Global Payment System Benchmarks
Analisis perbandingan statistik sistem pembayaran dari 22+ Bank Sentral dunia (CPMI, ASEAN, G20)
Ringkasan Eksekutif
Analisis Komparatif Benchmark Sistem Pembayaran Global
143 dari 163 kategori menunjukkan keselarasan penuh dengan struktur SPIP
8 kategori memerlukan penyesuaian definisi atau granularitas
12 kategori belum tersedia dalam struktur SPIP saat ini
Alignment Score per Region
Konteks Strategis dan Posisi SPIP dalam Lanskap Global
Analisis komparatif terhadap 22 bank sentral yang tersaji dalam dokumen ini mengindikasikan bahwa struktur restrukturisasi SPIP 2026 menunjukkan tingkat keselarasan yang substansial dengan praktik pelaporan statistik sistem pembayaran internasional. Data menunjukkan bahwa rata-rata alignment score mencapai 91%—sebuah temuan yang mengkonfirmasi bahwa arsitektur 8 bab dan 18 tabel yang diusulkan tidak sekadar bersifat adaptif, melainkan secara sistematis telah mengintegrasikan kerangka pelaporan CPMI-BIS Red Book Statistics sebagai fondasi struktural.
Temuan ini perlu dipahami dalam konteks keanggotaan Indonesia di CPMI sejak Maret 2018. Kewajiban pelaporan Red Book Statistics menuntut keselarasan struktural yang bukan hanya bersifat formal, melainkan substantif—setiap kategori dalam Red Book Table 1 hingga Table 17 harus memiliki padanan yang dapat dipetakan ke dalam struktur SPIP domestik. Dengan 143 dari 163 pasangan kategori yang menunjukkan keselarasan penuh (match), dan hanya 12 kategori yang teridentifikasi sebagai gap, struktur SPIP yang diusulkan telah memenuhi prasyarat minimum kepatuhan pelaporan internasional.
Temuan Utama: Pola Keselarasan dan Divergensi Struktural
Audit manual terhadap 163 pasangan kategori menghasilkan tiga temuan utama yang secara simultan mengkonfirmasi kekuatan dan mengidentifikasi area pengembangan struktur SPIP.
Pertama, 14 negara menunjukkan alignment score di atas 90%—yakni Euro Area, Switzerland, Japan, India, South Korea, Hong Kong, Singapore, Thailand, Philippines, Vietnam, Saudi Arabia, South Africa, Turkey, Russia. Konsentrasi skor tinggi pada negara-negara dengan sistem pembayaran yang paling maju di dunia ini mengindikasikan bahwa restrukturisasi SPIP telah diarahkan pada best practice yang tepat. Keselarasan tertinggi terjadi pada kategori fundamental: Large-Value Payment Systems (RTGS), Banknotes and Coins, Payment Cards, dan Retail Clearing—empat pilar yang secara universal tersedia di seluruh yurisdiksi CPMI.
Kedua, 8 kategori partial match terkonsentrasi pada area di mana definisi operasional antar-yurisdiksi belum sepenuhnya terharmonisasi. Divergensi ini bukan merupakan kelemahan struktural SPIP, melainkan mencerminkan perbedaan yang inheren dalam arsitektur sistem pembayaran masing-masing negara. Sebagai contoh, kategori e-money di Indonesia (yang mencakup chip-based dan server-based dalam satu kerangka) berbeda dari Stored Value Facilities di Singapura atau Prepaid Payment Instruments di India—meskipun secara fungsional mengacu pada instrumen pembayaran elektronik yang setara.
Ketiga, 12 kategori gap teridentifikasi secara konsisten di beberapa yurisdiksi, yang mengisyaratkan area di mana SPIP berpotensi untuk diperluas pada fase restrukturisasi berikutnya. Gap ini bukan merupakan defisiensi kritis, mengingat tidak satu pun dari kategori tersebut termasuk dalam mandatory reporting CPMI-BIS, namun penambahan kategori-kategori ini akan meningkatkan komparabilitas internasional secara substansial.
Analisis Gap: Kategori yang Belum Terakomodasi
Identifikasi gap dilakukan melalui pendekatan cross-jurisdictional mapping—setiap kategori statistik dari 22 bank sentral dipetakan terhadap struktur SPIP yang diusulkan. Kategori yang tidak memiliki padanan dalam SPIP dikategorikan sebagai gap, dengan asumsi bahwa frekuensi kemunculan gap yang sama di multiple yurisdiksi mengindikasikan relevansi yang lebih tinggi untuk penambahan di masa mendatang.
Data menunjukkan bahwa gap terkonsentrasi pada beberapa kategori spesifik yang mencerminkan evolusi terkini dalam lanskap pembayaran global:
Tidak Tersedia
Teridentifikasi di 12 yurisdiksi
SPIP tidak memiliki statistik cek/giro bilyet karena penggunaan cek di Indonesia minimal.
Temuan ini mengisyaratkan bahwa penambahan statistik payment fraud, CBDC/digital currency, dan cash usage survey merupakan kandidat yang paling relevan untuk fase pengembangan SPIP selanjutnya—bukan karena ketiadaannya merupakan pelanggaran terhadap standar pelaporan yang berlaku, melainkan karena penambahan kategori-kategori ini akan memposisikan SPIP setara dengan publikasi statistik bank sentral di tier tertinggi (ECB Payment Statistics, RBA Payment Statistics, Federal Reserve Payments Study).
Konteks ASEAN: Keunggulan Komparatif dan Interlinkage Regional
Dalam konteks regional, data benchmark menunjukkan pola yang bermakna secara strategis. Rata-rata alignment score negara-negara ASEAN mencapai 95%—angka yang mengkonfirmasi bahwa struktur pelaporan statistik pembayaran di kawasan ASEAN telah mengalami konvergensi substansial, didorong oleh inisiatif cross-border payment linkage bilateral maupun multilateral.
Konvergensi ini bukan bersifat kebetulan, melainkan merupakan manifestasi dari kebijakan interlinkage yang secara eksplisit mendorong harmonisasi infrastruktur. QRIS-DuitNow (Indonesia-Malaysia), QRIS-PromptPay (Indonesia-Thailand), dan PayNow-PromptPay (Singapura-Thailand) telah menciptakan kebutuhan struktural untuk komparabilitas statistik lintas batas. Ketika dua sistem pembayaran terinterkoneksi, statistik yang mengukur kinerja kedua sistem harus dapat diperbandingkan—sebuah prasyarat yang secara inherent mendorong harmonisasi definisi, granularitas, dan frekuensi pelaporan.
Implikasi strategis dari temuan ini adalah bahwa restrukturisasi SPIP tidak dapat dipahami secara isolatif sebagai reformasi domestik semata. Sebaliknya, restrukturisasi ini perlu diposisikan sebagai bagian integral dari agenda harmonisasi statistik pembayaran regional ASEAN—di mana Indonesia, sebagai ekonomi terbesar di kawasan, memiliki peran agenda-setting yang signifikan dalam menentukan arah konvergensi standar pelaporan.
Simpulan dan Rekomendasi Strategis
Berdasarkan analisis komparatif yang telah diuraikan, tiga simpulan utama dapat dirumuskan.
Simpulan pertama: Struktur restrukturisasi SPIP 2026 (8 bab, 18 tabel, 565 indikator) telah menunjukkan keselarasan struktural yang tinggi dengan standar pelaporan internasional. Dengan rata-rata alignment score sebesar 91% terhadap 22 yurisdiksi, dan 88% kategori menunjukkan keselarasan penuh, proposal ini memenuhi—dan di beberapa area melampaui—persyaratan minimum pelaporan CPMI-BIS Red Book Statistics. Restrukturisasi dari 36 tabel dan 1.340 indikator menjadi 18 tabel dan 565 indikator bukan merupakan reduksi kapasitas pelaporan, melainkan konsolidasi yang mengeliminasi redundansi tanpa mengorbankan cakupan substantif.
Simpulan kedua: Gap yang teridentifikasi (12 kategori) terkonsentrasi pada area emerging yang belum menjadi bagian dari mandatory reporting framework CPMI-BIS, namun semakin diadopsi oleh bank sentral tier-1. Statistik payment fraud, CBDC, dan cash usage survey merupakan kandidat penambahan yang paling strategis untuk fase berikutnya—penambahan ini akan meningkatkan posisi SPIP dari compliant menjadi leading di antara bank sentral negara berkembang.
Simpulan ketiga: Dalam konteks ASEAN, SPIP yang direstrukturisasi memiliki potensi untuk menjadi reference framework bagi harmonisasi statistik pembayaran regional. Keselarasan tinggi dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand—tiga mitra utama dalam cross-border payment linkage—mengindikasikan bahwa fondasi struktural untuk komparabilitas lintas batas telah tersedia. Realisasi potensi ini memerlukan koordinasi aktif dengan bank sentral mitra melalui forum ASEAN Working Committee on Payment and Settlement Systems (WC-PSS).
Catatan Metodologis: Analisis ini dilakukan melalui pendekatan manual cross-jurisdictional mapping di mana setiap kategori statistik dari masing-masing bank sentral dipetakan secara individual terhadap struktur SPIP yang diusulkan. Klasifikasi tiga tingkat (match, partial, gap) mengacu pada kriteria: (1) match—definisi operasional dan cakupan data substansially setara; (2) partial—kategori serupa dengan perbedaan definisi, granularitas, atau cakupan; (3) gap—tidak terdapat padanan dalam struktur SPIP. Skor alignment dihitung dengan formula: (match × 1.0 + partial × 0.5) / total × 100%. Sumber data utama: publikasi statistik resmi masing-masing bank sentral, CPMI-BIS Red Book Statistics 2024, dan BIS Payment and Market Infrastructure Statistics.
United States
Federal Reserve
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori United States | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| Currency and Coin Data | Bab B (Uang Beredar & Kartal) |
| Fedwire Funds (LVPS) | Bab D (BI-RTGS) |
| FedACH (Retail Clearing) | Bab E (SKNBI) |
| FedNow (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| Debit Card Stats | Bab C.1 (Kartu ATM/Debit) |
| Credit Card Stats | Bab C.2 (Kartu Kredit) |
| Prepaid Card Stats | Bab C.3 (E-Money) Prepaid card di AS terpisah dari e-money, sedangkan SPIP menggabungkan chip-based dan server-based. |
| Check Payments | Tidak Tersedia SPIP tidak memiliki statistik cek/giro bilyet karena penggunaan cek di Indonesia minimal. |
| ATM Statistics | Bab C.4 (Infrastruktur APMK) |
Brazil
Banco Central do Brasil (BCB)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Brazil | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| PIX (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) & C.3 (QRIS) |
| STR (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| Retail Clearing | Bab E (SKNBI) |
| Payment Cards | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| E-money & Digital Wallets | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Cross-border Transfers | Bab F (Transfer Dana & Valas) |
| Payment Fraud Stats | Tidak Tersedia SPIP belum memiliki statistik fraud pembayaran yang komprehensif. BCB mempublikasikan fraud rate per instrumen. |
Mexico
Banco de México
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Mexico | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| SPEI (Fast Payment/LVPS) | Bab D (BI-RTGS) & A.1 (Fast Payment) |
| CoDi (QR Payment) | Bab C.3 (QRIS) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Payment Cards | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Electronic Transfers | Bab F (Transfer Dana) |
| Check Statistics | Tidak Tersedia Cek masih signifikan di Meksiko tetapi hampir tidak digunakan di Indonesia. |
| Cross-border Payments | Bab F.1 (Transfer Dana LSB) |
Euro Area
European Central Bank (ECB)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Euro Area | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| TARGET (LVPS) | Bab D (BI-RTGS) |
| TIPS (Instant Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| SEPA Credit Transfers | Bab E (SKNBI - Kliring Kredit) |
| SEPA Direct Debits | Bab E (SKNBI - Kliring Debit) |
| Payment Cards (Contactless) | Bab C.1 (Contactless Payment Share) |
| E-money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Counterfeit Statistics | Bab G (Uang Palsu) |
| Payment Terminals | Bab C.4 (Infrastruktur APMK) |
| Card Fraud Statistics | Tidak Tersedia SPIP belum memiliki statistik fraud kartu pembayaran. ECB mempublikasikan fraud rate per instrumen dan per channel. |
United Kingdom
Bank of England / UK Finance
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori United Kingdom | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| CHAPS (LVPS) | Bab D (BI-RTGS) |
| Faster Payments (FPS) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| Bacs (Bulk Clearing) | Bab E (SKNBI) |
| LINK (ATM Network) | Bab C.4 (Infrastruktur ATM) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Cash and Banknotes | Bab B (Uang Kartal) |
| Cheque & Clearing | Tidak Tersedia Cek tidak signifikan di Indonesia. |
| Payment Fraud Report | Tidak Tersedia UK Finance mempublikasikan Annual Fraud Report yang sangat detail. SPIP belum memiliki statistik fraud pembayaran. |
Switzerland
Swiss National Bank (SNB)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Switzerland | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| SIC (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| Payment Cards | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Credit Transfers | Bab E (SKNBI) |
| Banknotes | Bab B (Uang Kartal) |
| Securities Settlement (SIX) | Bab H (Infrastruktur Pasar Keuangan) |
| Direct Debits | Bab E (SKNBI - Kliring Debit) |
Sweden
Sveriges Riksbank
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Sweden | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| RIX (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| Swish (Mobile Payment) | Bab C.3 (QRIS/E-Money) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Cash Usage Survey | Tidak Tersedia SPIP belum memiliki survei penggunaan kas (cash usage survey) seperti Riksbank yang memonitor pergeseran perilaku pembayaran. |
| E-krona Pilot Reports | Tidak Tersedia Statistik CBDC belum ada di SPIP. Riksbank mempublikasikan laporan pilot e-krona secara berkala. |
| Payment Patterns Survey | Bab A.1 (Digital Payment Ratio) SPIP memiliki Digital Payment Ratio tetapi belum melakukan survei perilaku pembayaran konsumen secara berkala. |
Japan
Bank of Japan (BOJ)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Japan | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| BOJ-NET (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| Zengin (Retail Clearing) | Bab E (SKNBI) |
| Banknotes in Circulation | Bab B (Uang Kartal) |
| Debit/Credit Cards | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Electronic Money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Code Payments (QR) | Bab C.3 (QRIS) |
| JASDEC (CSD) | Bab H.2 (KSEI) |
China
People's Bank of China (PBoC)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori China | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| HVPS/BEPS (RTGS & Bulk) | Bab D (BI-RTGS) & E (SKNBI) |
| IBPS (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Bank Card Statistics | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Mobile Payment Stats | Bab C.6 (Digital Banking Channel) |
| QR Code Payment | Bab C.3 (QRIS) |
| Digital RMB (e-CNY) | Tidak Tersedia SPIP belum memiliki statistik CBDC. Jika Rupiah Digital diluncurkan, perlu ditambahkan kategori khusus. |
| Third-party Payment | Bab C.3 (E-Money/Server-based) Third-party payment di China mencakup non-bank payment institutions secara lebih luas. |
India
Reserve Bank of India (RBI)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori India | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| RTGS | Bab D (BI-RTGS) |
| NEFT (Retail Clearing) | Bab E (SKNBI) |
| UPI (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) & C.3 (QRIS) |
| IMPS (Mobile Payment) | Bab C.6 (Digital Banking Channel) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Prepaid Payment Instruments | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| CCIL (CCP/CSD) | Bab H (KPEI & KSEI) |
South Korea
Bank of Korea (BOK)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori South Korea | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| BOK-Wire+ (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| Electronic Banking | Bab C.6 (Digital Banking Channel) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Cash Usage | Bab B (Uang Kartal) |
| Electronic Money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Mobile Payment | Bab C.6 (Mobile Banking) |
| KSD (Securities Settlement) | Bab H (KPEI & KSEI) |
Australia
Reserve Bank of Australia (RBA)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Australia | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| RITS (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| NPP (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| Card Payment Stats | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| ATM Statistics | Bab C.4 (Infrastruktur ATM) |
| Cash Distribution | Bab B (Uang Kartal) |
| CHESS (Securities) | Bab H (KPEI & KSEI) |
| Card Payment Fraud | Tidak Tersedia SPIP belum memiliki statistik fraud kartu pembayaran. RBA mempublikasikan data fraud rate per instrumen secara semi-annual. |
| Cheque Statistics | Tidak Tersedia Cek tidak signifikan di Indonesia. |
Hong Kong
HKMA
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Hong Kong | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| CHATS (Multi-Currency RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| FPS (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| Stored Value Facilities | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Cash Operations | Bab B (Uang Kartal) |
| CMU (Moneymarkets) | Bab H (Infrastruktur Pasar Keuangan) |
Singapore
Monetary Authority of Singapore (MAS)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Singapore | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| MEPS+ (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| FAST & PayNow | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| SGQR (QR Payment) | Bab C.3 (QRIS) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Stored Value Facilities | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Cross-border (Nexus) | Bab F (Transfer Dana & Valas) |
| CDP (Securities) | Bab H (KPEI & KSEI) |
| Cash Statistics | Bab B (Uang Kartal) Singapura mempublikasikan data cash usage yang lebih terbatas karena cash sudah sangat minimal. |
Malaysia
Bank Negara Malaysia (BNM)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Malaysia | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| RENTAS (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| DuitNow (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| DuitNow QR | Bab C.3 (QRIS) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| E-money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Cross-border QR | Bab F (Transfer & Valas) |
| Cheque Clearing | Tidak Tersedia Cek masih signifikan di Malaysia. SPIP tidak memiliki statistik cek. |
Thailand
Bank of Thailand (BOT)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Thailand | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| BAHTNET (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| PromptPay (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| Thai QR Payment | Bab C.3 (QRIS) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| E-money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Cross-border QR | Bab F (Transfer & Valas) |
| Interbank Transfer | Bab E (SKNBI) |
Philippines
Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Philippines | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| PhilPaSS+ (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| InstaPay (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| PESONet (Bulk) | Bab E (SKNBI) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| E-money (GCash/Maya) | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Remittance Statistics | Bab F (Transfer Dana) BSP mempublikasikan data remitansi per koridor negara yang jauh lebih detail dari SPIP. |
| Cash Operations | Bab B (Uang Kartal) |
Vietnam
State Bank of Vietnam (SBV)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Vietnam | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| IBPS (Interbank) | Bab D (BI-RTGS) & E (SKNBI) |
| NAPAS (Retail) | Bab E (SKNBI) |
| Card Statistics | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| E-wallet Statistics | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Cash Operations | Bab B (Uang Kartal) |
| QR Payment | Bab C.3 (QRIS) |
Saudi Arabia
Saudi Central Bank (SAMA)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Saudi Arabia | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| SARIE (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| SADAD (Bill Payment) | Bab E (SKNBI) SADAD adalah platform bill payment terpusat yang belum ada padanannya di SPIP. |
| mada (Debit Network) | Bab C.1 (Kartu ATM/Debit) |
| Point-of-Sale Stats | Bab C.4 (Infrastruktur APMK) |
| ATM Statistics | Bab C.4 (Infrastruktur ATM) |
| Cash Operations | Bab B (Uang Kartal) |
| Cross-border Transfer | Bab F (Transfer Dana & Valas) |
South Africa
South African Reserve Bank (SARB)
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori South Africa | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| SAMOS (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| EFT (Electronic Fund Transfer) | Bab E (SKNBI) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Mobile Money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Strate (CSD) | Bab H.2 (KSEI) |
Turkey
CBRT
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Turkey | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| EFT (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| FAST System | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| Card Payments | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| E-money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Banknotes and Coins | Bab B (Uang Kartal) |
| Digital Banking | Bab C.6 (Digital Banking Channel) |
| TROY (National Card) | Bab C.1 (National Card Scheme) Indonesia memiliki GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) tetapi SPIP belum memisahkan statistik GPN dari total kartu debit. |
Russia
Bank of Russia
Struktur & Mapping SPIP
| Kategori Russia | Ekuivalen SPIP |
|---|---|
| BESP (RTGS) | Bab D (BI-RTGS) |
| SBP (Fast Payment) | Bab A.1 (Fast Payment Share) |
| MIR (National Card) | Bab C.1 (GPN/National Card) MIR adalah national card scheme mandiri, GPN Indonesia masih berjalan paralel dengan Visa/Mastercard. |
| Card Statistics | Bab C.1-C.2 (APMK) |
| E-money | Bab C.3 (Uang Elektronik) |
| Cash Operations | Bab B (Uang Kartal) |
| NSD (Securities) | Bab H (KPEI & KSEI) |