Proposal Restrukturisasi SPIP 2026

Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan Indonesia

Dokumen proposal restrukturisasi SPIP yang mengintegrasikan hasil asesmen terhadap publikasi SPIP Desember 2025 dengan benchmark internasional CPMI-BIS Red Book Statistics, PFMI G-20, dan best practice bank sentral lainnya.

Ringkasan Eksekutif

Sebelum (SPIP 2025)

Total Tabel36
Tabel Utama12
Sub-Tabel24
Total Indikator1,340
Tabel Tanpa Data3
Tabel Regional Redundan9

Sesudah (Proposal 2026)

Total Tabel
18-18
Bab8
Sub-Tabel0 (flat)
Total Indikator
565-57.8%
Indikator Baru+12
Tabel Tanpa Data0
6
KEEP
5
MERGE
4
SIMPLIFY
3
ENHANCED
+12
NEW

Struktur Baru (8 Bab, 18 Tabel)

Bab ARingkasan Sistem Pembayaran

Payment System Overview

20
indikator

Ringkasan indikator utama sistem pembayaran nasional, mencakup key metrics UYD, transaksi non-tunai, dan infrastruktur pasar keuangan.

A.1Indikator Utama Sistem PembayaranSIMPLIFY+2 baru
20 indikator

Key Payment System Indicators

Tabel 1 saat ini berisi 23 indikator campuran. Disederhanakan menjadi 20 indikator inti yang fokus pada key metrics sistem pembayaran. Menambahkan Digital Payment Ratio dan Fast Payment Share sesuai CPMI Red Book.

Sumber: 1CPMI-BIS Red Book Table 1 (Comparative tables - Key figures on payment system)

Bab BUang Beredar dan Uang Kartal

Money Supply and Currency

85
indikator

Statistik uang beredar, uang yang diedarkan (UYD) per pecahan, dan aliran kas (inflow/outflow) termasuk distribusi regional.

B.1Media PembayaranKEEP
10 indikator

Settlement Media

KEEP 100% - Sesuai CPMI Red Book Table 3 (Settlement media used by non-banks). Data fundamental M1, UYD, transferable deposits.

Sumber: 2CPMI-BIS Red Book Table 3 (Settlement media used by non-banks)
B.2Uang Yang DiedarkanMERGE
45 indikator

Currency in Circulation

MERGE 3 tabel (3a, 3b, 3f) menjadi 1. Tabel 3a (UYD per pecahan), 3b (aliran uang), dan 3f (penukaran) digabung karena saling berkaitan. Mengurangi redundansi data pecahan yang diulang di 3f.

Sumber: 3a, 3b, 3fCPMI-BIS Red Book Table 4 (Banknotes and coins)
B.3Distribusi Uang RegionalMERGE
30 indikator

Regional Cash Distribution

MERGE 4 tabel regional (3c, 3d, 3g, 3h, 3i) menjadi 1 tabel dengan breakdown regional. Saat ini data inflow/outflow, penarikan bank, kas keliling, dan kas titipan tersebar di 5 tabel terpisah padahal semua per-regional.

Sumber: 3c, 3d, 3g, 3h, 3iCPMI Red Book - Country-specific tables (regional distribution)

Bab CPembayaran Non-Tunai Ritel

Retail Non-Cash Payments

120
indikator

Statistik alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), uang elektronik, dan channel digital banking.

C.1Kartu ATM dan DebitSIMPLIFY+1 baru
20 indikator

ATM and Debit Cards

SIMPLIFY dari Tabel 5a (24 indikator). Menghapus breakdown operator yang jarang berubah. Menambahkan Contactless Payment Share sesuai tren global.

Sumber: 5aCPMI-BIS Red Book Table 7 (Payment cards)
C.2Kartu KreditSIMPLIFY
18 indikator

Credit Cards

SIMPLIFY dari Tabel 5c (26 indikator). Mempertahankan volume/nilai transaksi inti, menghapus breakdown domestik/internasional yang bernilai "nav" sejak 2009.

Sumber: 5cCPMI-BIS Red Book Table 7 (Payment cards - credit function)
C.3Uang ElektronikENHANCED+3 baru
25 indikator

Electronic Money

ENHANCED dari Tabel 5e. Menambahkan QRIS Transaction Volume, Interoperability Rate, dan Active E-Money Ratio. E-money adalah area pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Sumber: 5eCPMI-BIS Red Book Table 8 (E-money), BIS Innovation Hub - Digital Payments
C.4Infrastruktur APMK & UEKEEP
10 indikator

APMK & E-Money Infrastructure

KEEP - Tabel 5g. Data EDC, reader UE, merchant. Fundamental untuk monitoring infrastruktur pembayaran.

Sumber: 5gCPMI-BIS Red Book Table 10 (Payment terminals)
C.5Distribusi Regional Pembayaran RitelMERGE
35 indikator

Regional Retail Payment Distribution

MERGE 4 tabel regional (5b, 5d, 5f, 5h) menjadi 1 tabel komprehensif. Saat ini data ATM/Debit, Kartu Kredit, E-Money, dan Infrastruktur regional tersebar di 4 tabel terpisah (total 509 indikator) dengan banyak data "-" (not available).

Sumber: 5b, 5d, 5f, 5hCPMI Red Book - Country-specific tables
C.6Digital Banking ChannelENHANCED+4 baru
12 indikator

Digital Banking Channels

ENHANCED dari Tabel 7 (Proprietary Channel). Saat ini semua data bernilai "-". Perlu diisi dengan data aktual Internet Banking, Mobile Banking, QRIS Merchant. Menambahkan Digital Payment Penetration Rate.

Sumber: 7CPMI-BIS Red Book Table 9 (Innovative payment services), BIS Annual Economic Report 2024

Bab DSistem Pembayaran Bernilai Besar

Large-Value Payment Systems

55
indikator

Statistik BI-RTGS, termasuk transaksi per jenis, per kelompok pelaku, dan distribusi regional.

D.1BI-RTGSMERGE+1 baru
30 indikator

BI-RTGS Transactions

MERGE 2 tabel (9a per jenis transaksi, 9b per kelompok bank) menjadi 1 tabel komprehensif. Menambahkan Peak Day Processing Volume untuk monitoring kapasitas sistem.

Sumber: 9a, 9bCPMI-BIS Red Book Table 11 (RTGS - Large-value payment systems)
D.2BI-RTGS RegionalSIMPLIFY
25 indikator

BI-RTGS by Region

SIMPLIFY dari Tabel 9c (72 indikator volume + nilai x 34 provinsi). Mengurangi ke top-10 provinsi + agregat "lainnya" untuk efisiensi.

Sumber: 9cCPMI Red Book - Country tables (regional breakdown)

Bab ESistem Kliring dan Setelmen Ritel

Retail Clearing and Settlement

45
indikator

Statistik SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia) termasuk kliring kredit dan debit.

E.1SKNBIKEEP+1 baru
20 indikator

BI National Clearing System

KEEP dengan penambahan Straight-Through Processing (STP) Rate. SKNBI adalah infrastruktur kliring fundamental. Data kredit/debit clearing tetap diperlukan.

Sumber: 10aCPMI-BIS Red Book Table 12 (Retail payment systems)
E.2SKNBI RegionalSIMPLIFY
25 indikator

SKNBI by Region

SIMPLIFY dari Tabel 10b (146 indikator). Mengurangi ke top-10 provinsi + agregat. Data saat ini mayoritas bernilai "-" (not available).

Sumber: 10bCPMI Red Book - Country tables

Bab FTransfer Dana dan Valas

Fund Transfer and Foreign Exchange

15
indikator

Statistik transfer dana oleh Lembaga Selain Bank dan kegiatan penukaran valuta asing.

F.1Transfer Dana LSBENHANCED+2 baru
10 indikator

Non-Bank Fund Transfer

ENHANCED dari Tabel 6. Menambahkan Cross-border Remittance Digital Share dan Average Transaction Size. Sektor fintech transfer dana tumbuh signifikan.

Sumber: 6CPMI-BIS Red Book Table 14 (Cross-border payment services), World Bank Remittance Prices Worldwide
F.2Penukaran Valuta AsingSIMPLIFY
5 indikator

Foreign Exchange Business

SIMPLIFY dari Tabel 8. Data KUPVA cukup ringkas (4 indikator saat ini). Dipertahankan karena merupakan mandat BI.

Sumber: 8CPMI Red Book - Country tables (FX trading)

Bab GUang Palsu dan Keamanan Uang

Counterfeit and Currency Security

20
indikator

Statistik temuan uang yang diragukan keasliannya per regional dan per pecahan.

G.1Uang Palsu RegionalKEEP+1 baru
15 indikator

Counterfeit Banknotes by Region

KEEP dari Tabel 3e. Menambahkan Counterfeit Detection Rate (rasio temuan terhadap UYD). Indikator keamanan uang yang penting untuk monitoring.

Sumber: 3eECB Counterfeit Statistics, CPMI Red Book Table 4 notes
G.2Kas TitipanKEEP
5 indikator

Cash Custodian Operations

KEEP dari Tabel 4. Data operasional kas titipan per regional tetap diperlukan untuk monitoring distribusi uang kartal.

Sumber: 4CPMI Red Book - Country tables (cash distribution infrastructure)

Bab HInfrastruktur Pasar Keuangan

Financial Market Infrastructure

70
indikator

Statistik infrastruktur pasar keuangan: kliring efek (KPEI), kustodian efek (KSEI), dan BI-SSSS.

H.1Kliring Efek (KPEI)KEEP
20 indikator

Securities Clearing (KPEI)

KEEP 100% - Komitmen pelaporan CPMI-BIS. Data E-Clear & E-BOCS: anggota kliring, jumlah dan nilai kontrak yang diselesaikan. Sesuai Red Book Table 15.

Sumber: 11a, 11b, 11cCPMI-BIS Red Book Table 15 (Central counterparties)
H.2Kustodian Efek (KSEI)KEEP
50 indikator

Securities Depository (KSEI)

KEEP 100% - Komitmen pelaporan CPMI-BIS. Data C-BEST: peserta langsung, sekuritas yang disimpan, instruksi pengiriman DVP/FoP. Sesuai Red Book Table 16-17.

Sumber: 12a, 12b, 12c, 12d, 12eCPMI-BIS Red Book Table 16 (CSDs), Table 17 (Delivery instructions)

Indikator Baru (12 indikator)

NEW-1

Digital Payment Ratio

CRITICAL

Digital Payment Ratio

Tabel A.1
Metodologi:

Total transaksi digital (E-Money + Mobile Banking + Internet Banking + QRIS) / Total transaksi pembayaran non-tunai x 100%

Justifikasi:

Indikator utama transformasi digital pembayaran. Digunakan oleh CPMI-BIS untuk mengukur kemajuan digitalisasi. G20 Roadmap for Enhancing Cross-border Payments juga menekankan indikator ini.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-2

Fast Payment Share

CRITICAL

Fast Payment Transaction Share

Tabel A.1
Metodologi:

Volume transaksi BI-FAST / Total volume transaksi ritel non-tunai x 100%

Justifikasi:

BI-FAST diluncurkan Desember 2021 sebagai sistem pembayaran ritel real-time. CPMI-BIS Red Book 2024 menambahkan fast payment sebagai kategori baru. 65+ negara sudah memiliki fast payment system.

Sumber Data:Bank Indonesia - BI-FAST
NEW-3

Transaksi QRIS

HIGH

QRIS Transaction Volume

Tabel C.3
Metodologi:

Volume dan nilai transaksi melalui QRIS (QR Code Indonesian Standard), breakdown merchant dan P2P.

Justifikasi:

QRIS merupakan inovasi pembayaran utama Indonesia sejak 2020. Sudah cross-border dengan Thailand, Malaysia, Singapura. CPMI Red Book Table 9 (Innovative payment services) mengakomodasi indikator ini.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-4

Interoperabilitas E-Money

HIGH

E-Money Interoperability Rate

Tabel C.3
Metodologi:

Rasio transaksi e-money antar-penerbit terhadap total transaksi e-money x 100%

Justifikasi:

Interoperabilitas adalah target kebijakan BI dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. CPMI Principles for FMI menekankan interoperabilitas sebagai prinsip kunci.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-5

Rasio E-Money Aktif

MEDIUM

Active E-Money Instrument Ratio

Tabel C.3
Metodologi:

Jumlah instrumen e-money dengan transaksi dalam 90 hari terakhir / Total instrumen terdaftar x 100%

Justifikasi:

Mengukur utilisasi riil instrumen e-money. Saat ini SPIP hanya melaporkan total instrumen tanpa membedakan aktif/non-aktif. Red Book juga membedakan cards issued vs cards in use.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-6

Contactless Payment Share

MEDIUM

Contactless Payment Share

Tabel C.1
Metodologi:

Volume transaksi contactless (NFC/tap) pada kartu debit / Total volume transaksi kartu debit x 100%

Justifikasi:

Tren global menuju contactless payment. CPMI Red Book 2024 sudah memisahkan contactless vs contact transactions. ECB, RBA, BoE sudah melaporkan indikator ini.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-7

Pangsa Remitansi Digital

MEDIUM

Digital Remittance Share

Tabel F.1
Metodologi:

Volume remitansi melalui channel digital / Total volume remitansi x 100%

Justifikasi:

G20 Roadmap for Enhancing Cross-border Payments target: 75% remitansi melalui channel digital pada 2027. World Bank Remittance Prices Worldwide juga memantau indikator ini.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-8

Rata-rata Nilai Transfer LSB

LOW

Average Non-Bank Transfer Value

Tabel F.1
Metodologi:

Total nilai transfer dana LSB / Total volume transfer dana LSB

Justifikasi:

Mengukur karakteristik transaksi LSB. Berguna untuk analisis segmentasi pasar dan kebijakan batas nilai transaksi.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-9

Peak Day Processing Volume RTGS

HIGH

RTGS Peak Day Processing Volume

Tabel D.1
Metodologi:

Volume transaksi tertinggi dalam satu hari operasional pada periode laporan

Justifikasi:

Indikator kapasitas dan resiliensi sistem. CPMI Principles for FMI (Principle 17 - Operational Risk) mengharuskan monitoring peak capacity. RTGS harus mampu menangani volume puncak.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-10

STP Rate SKNBI

MEDIUM

SKNBI Straight-Through Processing Rate

Tabel E.1
Metodologi:

Jumlah transaksi yang diproses otomatis tanpa intervensi manual / Total transaksi x 100%

Justifikasi:

Mengukur efisiensi operasional kliring. CPMI-BIS mendorong peningkatan STP rate sebagai indikator modernisasi infrastruktur pembayaran.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-11

Rasio Deteksi Uang Palsu

MEDIUM

Counterfeit Detection Rate

Tabel G.1
Metodologi:

Jumlah uang palsu terdeteksi (lembar) / UYD beredar per 1 juta lembar. Angka kumulatif tahunan.

Justifikasi:

ECB secara rutin mempublikasikan counterfeit ratio per million banknotes. Saat ini SPIP hanya melaporkan jumlah absolut tanpa normalisasi terhadap UYD beredar.

Sumber Data:Bank Indonesia
NEW-12

Digital Payment Penetration

HIGH

Digital Payment Penetration Rate

Tabel C.6
Metodologi:

Jumlah pengguna unik layanan pembayaran digital / Total penduduk dewasa x 100%

Justifikasi:

Mengukur inklusi keuangan digital. SNKI (Strategi Nasional Keuangan Inklusif) dan IMF FAS menggunakan indikator serupa. BSPI 2025 menargetkan peningkatan digital payment adoption.

Sumber Data:Bank Indonesia, BPS

Indikator Obsolete / Tidak Relevan (5 kategori)

Data Proprietary Channel (seluruh isian)

Proprietary Channel Data (all entries)

Status: Tidak tersedia data
Sejak: Sejak 2012
Pengganti: Perlu diisi dengan data aktual dari perbankan atau dihapus
Referensi: Tabel 7 SPIP - seluruh 30 indikator bernilai "-" sejak awal publikasi

Breakdown Domestik/Internasional Kartu Kredit

Domestic/International Credit Card Breakdown

Status: Tidak tersedia data
Sejak: Sejak 2009
Pengganti: Menghapus sub-breakdown dan mempertahankan agregat saja
Referensi: Tabel 5c baris 8-9, 11-12, 14-15: seluruh bernilai "nav" (not available)

Regional data tanpa isian (Kep. Bangka Belitung, Banten)

Empty regional data entries

Status: Selalu bernilai 0
Sejak: Sejak 2011
Pengganti: Konsolidasi ke provinsi induk atau penambahan data aktual
Referensi: Tabel 3c-3d: Kep. Bangka Belitung dan Banten selalu bernilai 0

Pecahan Rp25 (Uang Logam)

Rp25 Coin Denomination

Status: Diskontinu
Sejak: Sudah tidak diedarkan
Pengganti: Dihapus dari tabel pecahan
Referensi: Tabel 3g, 3h, 3i baris Rp25 selalu bernilai 0 atau "-"

Pecahan Rp75.000 (Uang Peringatan)

Rp75,000 Commemorative Note

Status: Uang peringatan, bukan sirkulasi reguler
Sejak: 2020 (edisi khusus)
Pengganti: Pisahkan dari tabel UYD reguler
Referensi: Tabel 3a baris Rp75.000 selalu bernilai 0 kecuali periode khusus

Pemetaan Tabel Lama → Baru

Tabel LamaNamaInd.Tabel BaruStatus
1Indikator Utama23A.1SIMPLIFY
2Media Pembayaran11B.1KEEP
3a, 3b, 3c, 3d, 3e, 3f, 3g, 3h, 3iUang Yang Diedarkan233B.2MERGE
4Kas Titipan14G.2KEEP
5a, 5b, 5c, 5d, 5e, 5f, 5g, 5hAPMK & Uang Elektronik626C.1SIMPLIFY
6Transfer Dana LSB9F.1ENHANCED
7Proprietary Channel30C.6ENHANCED
8KUPVA4F.2SIMPLIFY
9a, 9b, 9cRTGS102D.1MERGE
10a, 10bSKNBI167E.1KEEP
11a, 11b, 11cKPEI (Kliring Efek)31H.1KEEP
12a, 12b, 12c, 12d, 12eKSEI (Kustodian Efek)110H.2KEEP

Benchmark Internasional

CPMI-BIS

CPMI-BIS Red Book Statistics

Benchmark utama SPIP. Statistics on Payments and Financial Market Infrastructures yang disusun oleh Committee on Payments and Market Infrastructures (CPMI) - Bank for International Settlements (BIS).

Tabel/Prinsip Relevan:

Table 1: Key figures on payment systemTable 3: Settlement media used by non-banksTable 4: Banknotes and coinsTable 7: Payment cardsTable 8: E-moneyTable 9: Innovative payment servicesTable 10: Payment terminalsTable 11: Large-value payment systemsTable 12: Retail payment systemsTable 13: Payment message network (SWIFT)Table 14: Cross-border payment servicesTable 15: Central counterpartiesTable 16: Central securities depositoriesTable 17: Delivery instructions processed by CSDs
Relevansi: Indonesia wajib melapor sebagai anggota CPMI sejak Maret 2018
PFMI

Principles for Financial Market Infrastructures

Standar internasional untuk infrastruktur pasar keuangan yang diterbitkan oleh CPMI-IOSCO. Indonesia wajib mengimplementasikan sebagai anggota G-20.

Tabel/Prinsip Relevan:

Principle 17: Operational RiskPrinciple 21: Efficiency and EffectivenessPrinciple 22: Communication Procedures and StandardsPrinciple 23: Disclosure of Rules and ProceduresPrinciple 24: Disclosure of Market Data
Relevansi: Mandatory compliance untuk G-20 members
G20-ROADMAP

G20 Roadmap for Enhancing Cross-border Payments

Peta jalan G20 untuk meningkatkan pembayaran lintas batas, diadopsi Oktober 2020. Menetapkan target kuantitatif untuk biaya, kecepatan, akses, dan transparansi.

Tabel/Prinsip Relevan:

Target: Remittance cost < 3% by 2030Target: 75% cross-border payments within 1 hour by 2027Target: All end-users have access to cross-border payment services by 2027
Relevansi: Indonesia sebagai anggota G-20 berkomitmen pada target ini
BSPI-2025

Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025

Cetak biru BI untuk pengembangan sistem pembayaran Indonesia. Menetapkan 5 pilar: open banking, retail payment system, FMI, data, dan regulatory framework.

Tabel/Prinsip Relevan:

Pilar 1: Open Banking & APIPilar 2: Retail Payment System (BI-FAST, QRIS)Pilar 3: Financial Market InfrastructurePilar 4: DataPilar 5: Regulatory, Licensing, Supervision
Relevansi: Kerangka kebijakan BI untuk modernisasi sistem pembayaran
ECB-PAYMENTS

ECB Payment Statistics

Statistik pembayaran Bank Sentral Eropa. Referensi untuk best practice pelaporan statistik pembayaran termasuk digital payments dan instant payments.

Tabel/Prinsip Relevan:

Table 1: Overview of payment instrumentsTable 4: Card payments (contactless breakdown)Table 7: E-moneyTable 9: Instant paymentsCounterfeit statistics (per million banknotes)
Relevansi: Best practice untuk pelaporan statistik pembayaran modern
RBA-PAYMENTS

RBA Payment Statistics

Reserve Bank of Australia Payment Statistics. Referensi untuk negara CPMI dengan struktur pelaporan modern termasuk NPP (New Payments Platform / fast payment).

Tabel/Prinsip Relevan:

Retail Payments StatisticsRITS (RTGS) StatisticsNPP (Fast Payment) StatisticsCard Payment Fraud Statistics
Relevansi: Peer comparison untuk negara CPMI di Asia-Pasifik