Kembali ke Halaman Utama
Bab C|

Pembayaran Non-Tunai Ritel

Retail Non-Cash Payments

Statistik alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), uang elektronik, dan channel digital banking.

6 Tabel
120 Indikator
+5 Baru

Daftar Tabel

C.1

Kartu ATM dan Debit

SIMPLIFY

ATM and Debit Cards

20
indikator

Justifikasi

SIMPLIFY dari Tabel 5a (24 indikator). Menghapus breakdown operator yang jarang berubah. Menambahkan Contactless Payment Share sesuai tren global.

Sumber Tabel: 5a
Benchmark: CPMI-BIS Red Book Table 7 (Payment cards)
+1 indikator baru
C.2

Kartu Kredit

SIMPLIFY

Credit Cards

18
indikator

Justifikasi

SIMPLIFY dari Tabel 5c (26 indikator). Mempertahankan volume/nilai transaksi inti, menghapus breakdown domestik/internasional yang bernilai "nav" sejak 2009.

Sumber Tabel: 5c
Benchmark: CPMI-BIS Red Book Table 7 (Payment cards - credit function)
C.3

Uang Elektronik

ENHANCED

Electronic Money

25
indikator

Justifikasi

ENHANCED dari Tabel 5e. Menambahkan QRIS Transaction Volume, Interoperability Rate, dan Active E-Money Ratio. E-money adalah area pertumbuhan tercepat di Indonesia.

Sumber Tabel: 5e
Benchmark: CPMI-BIS Red Book Table 8 (E-money), BIS Innovation Hub - Digital Payments
+3 indikator baru
C.4

Infrastruktur APMK & UE

KEEP

APMK & E-Money Infrastructure

10
indikator

Justifikasi

KEEP - Tabel 5g. Data EDC, reader UE, merchant. Fundamental untuk monitoring infrastruktur pembayaran.

Sumber Tabel: 5g
Benchmark: CPMI-BIS Red Book Table 10 (Payment terminals)
C.5

Distribusi Regional Pembayaran Ritel

MERGE

Regional Retail Payment Distribution

35
indikator

Justifikasi

MERGE 4 tabel regional (5b, 5d, 5f, 5h) menjadi 1 tabel komprehensif. Saat ini data ATM/Debit, Kartu Kredit, E-Money, dan Infrastruktur regional tersebar di 4 tabel terpisah (total 509 indikator) dengan banyak data "-" (not available).

Sumber Tabel: 5b, 5d, 5f, 5h
Benchmark: CPMI Red Book - Country-specific tables
C.6

Digital Banking Channel

ENHANCED

Digital Banking Channels

12
indikator

Justifikasi

ENHANCED dari Tabel 7 (Proprietary Channel). Saat ini semua data bernilai "-". Perlu diisi dengan data aktual Internet Banking, Mobile Banking, QRIS Merchant. Menambahkan Digital Payment Penetration Rate.

Sumber Tabel: 7
Benchmark: CPMI-BIS Red Book Table 9 (Innovative payment services), BIS Annual Economic Report 2024
+4 indikator baru

Indikator Baru

NEW-3

Transaksi QRIS

HIGH

QRIS Transaction Volume

Metodologi: Volume dan nilai transaksi melalui QRIS (QR Code Indonesian Standard), breakdown merchant dan P2P.
Justifikasi: QRIS merupakan inovasi pembayaran utama Indonesia sejak 2020. Sudah cross-border dengan Thailand, Malaysia, Singapura. CPMI Red Book Table 9 (Innovative payment services) mengakomodasi indikator ini.
Sumber: Bank Indonesia
NEW-4

Interoperabilitas E-Money

HIGH

E-Money Interoperability Rate

Metodologi: Rasio transaksi e-money antar-penerbit terhadap total transaksi e-money x 100%
Justifikasi: Interoperabilitas adalah target kebijakan BI dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. CPMI Principles for FMI menekankan interoperabilitas sebagai prinsip kunci.
Sumber: Bank Indonesia
NEW-5

Rasio E-Money Aktif

MEDIUM

Active E-Money Instrument Ratio

Metodologi: Jumlah instrumen e-money dengan transaksi dalam 90 hari terakhir / Total instrumen terdaftar x 100%
Justifikasi: Mengukur utilisasi riil instrumen e-money. Saat ini SPIP hanya melaporkan total instrumen tanpa membedakan aktif/non-aktif. Red Book juga membedakan cards issued vs cards in use.
Sumber: Bank Indonesia
NEW-6

Contactless Payment Share

MEDIUM

Contactless Payment Share

Metodologi: Volume transaksi contactless (NFC/tap) pada kartu debit / Total volume transaksi kartu debit x 100%
Justifikasi: Tren global menuju contactless payment. CPMI Red Book 2024 sudah memisahkan contactless vs contact transactions. ECB, RBA, BoE sudah melaporkan indikator ini.
Sumber: Bank Indonesia
NEW-12

Digital Payment Penetration

HIGH

Digital Payment Penetration Rate

Metodologi: Jumlah pengguna unik layanan pembayaran digital / Total penduduk dewasa x 100%
Justifikasi: Mengukur inklusi keuangan digital. SNKI (Strategi Nasional Keuangan Inklusif) dan IMF FAS menggunakan indikator serupa. BSPI 2025 menargetkan peningkatan digital payment adoption.
Sumber: Bank Indonesia, BPS

Benchmark Internasional

5a-1

Jumlah Kartu ATM/Debit

Number of ATM/Debit Cards

100%

Jumlah kartu ATM dan kartu ATM+Debit yang beredar.

Red Book: Table 7 - Payment cards (Number of cards)

Ekuivalen Internasional

BIS/CPMINumber of cards with a debit function
Annual
ECBNumber of cards with a debit function
Annual
AustraliaDebit cards on issue
Monthly
5c-1

Jumlah Kartu Kredit

Number of Credit Cards

100%

Jumlah kartu kredit yang beredar.

Red Book: Table 7 - Payment cards (credit function)

Ekuivalen Internasional

BIS/CPMINumber of cards with a credit function
Annual
United StatesNumber of credit cards
Annual
5e-1

Jumlah Instrumen Uang Elektronik

Number of E-Money Instruments

90%

Jumlah instrumen uang elektronik yang beredar (chip-based + server-based).

Red Book: Table 8 - E-money (Number of e-money accounts/cards)

Ekuivalen Internasional

BIS/CPMIE-money - Number of cards/accounts
Annual
ECBNumber of e-money cards
Annual
SingaporeSVF (Stored Value Facility) Instruments
Quarterly
5e-10

Volume Transaksi Uang Elektronik

E-Money Transaction Volume

90%

Volume transaksi menggunakan uang elektronik.

Red Book: Table 8 - E-money (Number of transactions)

Ekuivalen Internasional

BIS/CPMIE-money - Number of payment transactions
Annual
ThailandE-Money Transaction Volume
Monthly
NEW-3

Transaksi QRIS

QRIS Transaction Volume

60%

Volume dan nilai transaksi melalui QRIS.

Red Book: Table 9 - Innovative payment services

Ekuivalen Internasional

ThailandThai QR Payment
Monthly
SingaporeSGQR Transactions
Quarterly
IndiaUPI QR Transactions
Monthly
ChinaQR Code Payment Volume
Quarterly